Pelatihan Pertolongan Pertama adalah pelatihan yang dirancang khusus guna memberikan pembekalan bagi siapa saja yang tidak termasuk dalam kategori petugas medis. Tujuan dari pelatihan pertolongan pertama adalah agar setiap orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang medis mampu untuk melakukan pertolongan pertama pada korban yang mengalami kasus kegawatdaruratan di lokasi kejadian. Kasus kegawatdaruratan tersebut mencakup henti jantung, henti napas, perdarahan, patah tulang, pingsan, dan kasus kegawatdaruratan medis lainnya.

Pelatihan Pertolongan Pertama juga sangat diperlukan di lingkungan perusahaan, mulai dari perusahaan dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi hingga rendah. Setiap kecelakaan kerja tentu sangat merugikan perusahaan. Hal ini karena setiap kecelakaan mengancam terjadinya korban jiwa dan kerusakan property/fasilitas perusahaan. Kecelakaan berat seringkali meminta korban jiwa karyawan yang merupakan aset perusahaan.

Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pekerja yang mengalami kecelakaan di tempat kerja, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengeluarkan PERMENAKERTRANS No : PER-15/MEN/VIII/2008 Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Di Tempat Kerja. Menurut Peraturan tersebut, setiap pengusaha/perusahaan wajib menyediakan petugas dan fasilitas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta melaksanakan sistem P3K ditempat kerja atau lokasi operasi perusahaan guna memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada pekerja atau orang lain yang berada ditempat kerja yang mengalami sakit atau cedera ditempat kerja.

First Aid Training (FAT)

 

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) Training

.

Basic Life Support (BLS) sertifikasi American Heart Association (AHA)

 

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sertifikasi dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI

 

Emergency Ambulance Training (EAT)