26 September
BLS dan ACLS AHA Gelombang September 2016

Bogor, proemergency.com. - Pada bulan September ini, kelas Basic Life Support (BLS) dan Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS) American Heart Association (AHA) sudah diselenggarakan sejak Senin (26/9). Pelatihan  BLS-ACLS AHA ini merupakan pelatihan yang diadakan rutin di kantor pusat Pro Emergency, Cibinong - Bogor.

 

 Peserta terdiri dari para perawat dari berbagai daerah mulai dari Jakarta, Batang (Jawa Tengah) hingga Probolinggo (Jawa Timur). Mereka berasal dari berbagai instansi, baik rumah sakit, puskesmas maupun perusahaan.

dr. Haddy Prasetio, lead instruktur pada pelatihan kali ini melaporkan bahwa pelatihan BLS - ACLS AHA gelombang September 2016 ini merupakan pelatihan BLS-ACLS AHA tersukses, karena sebanyak 90% peserta lulus ujian post test dan practical, tanpa melalui proses remedial. "Motivasi dari peserta dinilai cukup tinggi, mereka mengikuti setiap tahap pelatihan dengan sungguh-sungguh". pungkas dr. Haddy.Banyak dari peserta merasa was-was di hari pertama dikarenakan bahasa yang digunakan pada modul dan video adalah Bahasa Inggris. Namun setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, semua dapat dilewati dengan sukses. "Pelatihan ini awalnya membuat saya deg-degan, karena bahasa pengantar materi adalah Bahasa Inggris. Tetapi semua kesulitan tersebut dibuat mudah dipahami oleh tim instruktur, sehingga saya seperti belajar langsung dari AHA." kesan dari salah satu peserta pelatihan BLS-ACLS AHA, Bapak Adi dari RSUD Kab. Batang, Jawa Tengah. Sementara menurut Ibu Cecilia dari RS. Premier Jatinegara - Jakarta, mengatakan "saya merasa nyaman mengikuti pelatihan ini, karena mendapat informasi yang jelas dari tim instruktur terkait teknis pelatihan. Tim sangat welcome."

Peserta berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di lapangan saat mereka bekerja. "Sehari-hari saya berhadapan dengan pasien yang mengalami Penyakit Jantung Koroner. Apa yang disampaikan di pelatihan cukup mereview apapun yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Saya berharap dengan mengikuti pelatihan ini, saya dapat melakukan tindakan tidak hanya sekedar rutinitas saja, tetapi harus sesuai dengan standar yang telah diajarkan dalam pelatihan. Dengan adanya standarisasi, apapun hasilnya, kita sudah melakukan tindakan sesuai standar AHA, sehingga akan aman untuk pasien, keluarga, perawat, dokter maupun rumah sakit." jelas Ibu Cecilia. Sementara Bapak Adi berharap ini merupakan awal agar bisa mengaplikasikan ilmu di lapangan, dan bila mendapat kesulitan, bisa tetap berkonsultasi dengan tim dari Pro Emergency.

Pelatihan ditutup pada Rabu (28/9). seluruh peserta dinyatakan lulus setelah melewati tahap-tahap remedial dengan membawa pulang sertifikat dari AHA.