26 September
Pelatihan BTCLS Akper Pemkab Sumedang

proemergency.com - Sumedang. Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Sumedang - Jawa Barat, bekerja sama dengan Pro Emergency kembali menyelenggarakan Pelatihan Basic Trauma and Cardiovascular Life Support (BTCLS) bagi peserta didiknya. Pelatihan dimulai pada Senin (23/01/2017) dengan dibuka langsung oleh Direktur Akper Pemkab Sumedang, Drs. Dadang Rukmawan, M.Kes. Pada acara pembukaan tersebut, beliau berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian Pelatihan BTCLS. Beliau juga berharap agar para peserta didiknya memiliki bekal untuk bekerja sebagai perawat profesional. Acara pembukaan juga dihadiri oleh para dosen Akper Pemkab Sumedang dan tim perwakilan dari Pro Emergency. 

Pelatihan BTCLS ini diselenggarakan mulai hari Senin - Sabtu, 23 - 28 Januari 2017. Peserta terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan para dosen yang berjumlah 135-peserta. Banyaknya peserta tersebut mengharuskan tim Pro Emergency dan panitia harus membagi peserta tersebut ke dalam beberapa kelas. Sebanyak 12-orang instruktur dan 3-admin dikerahkan untuk membimbing dan memfasilitasi para peserta pelatihan. 

 

Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak serius dan antusias dalam mengikuti rangkaian Pelatihan BTCLS. Hal tersebut salah satunya dibuktikan oleh kehadiran dan hasil evaluasi pelatihan. Dari seluruh peserta, sebanyak 100% mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir selama 5-hari pelatihan pada setiap kelasnya. Meskipun tidak semua peserta dapat melewati tahap ujian evaluasi dengan mudah, red- harus keluar masuk untuk melewati tahap remedial, namun pada akhirnya seluruh peserta berhasil lulus ujian evaluasi pelatihan baik pada Basic Trauma Life Support (BTLS) maupun Basic Cardiovascular Life Support (BCLS).

Akper Pemkab Sumedang merupakan institusi yang sering mengirimkan mahasiswa didiknya bekerja di luar negeri. Bu Dewi, salah satu dosen Akper Pemkab Sumedang menjelaskan bahwa selain sangat bermanfaat untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiwa didiknya, sertifikat BTCLS dari Pro Emergency juga dibutuhkan untuk melamar kerja di luar negeri. "Pernah mahasiswa kami dikembalikan ke Indonesia hanya untuk mengikuti Pelatihan BTCLS terlebih dahulu, baru dapat kembali bekerja di luar negeri, termasuk Quwait, Arab Saudi, dll." Pungkas Bu Dewi.

Acara ditutup pada Sabtu, 28 Januari 2017. Lima hari pelatihan bagi peserta dari Akper Pemkab Sumedang ternyata cukup berkesan. "Kalian datang untuk membawa perubahan untuk kami semua. Mengubah persepsi kami di sini menjadi seseorang yang mampu melewati hal yang tidak pernah kami pikirkan. Membuat kami merasa optimis untuk menjalankan hal yang kami anggap sulit.Membuat kami belajar bahwa kami bisa jika kami berusaha." kata seorang peserta pada akun instagramnya @riska_fuji. 

Saat ini, Akper Pemkab Sumedang sedang melewati masa peralihan dari kepemilikan pemerintah Kabupaten Sumedang menjadi di bawah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Semoga Akper Pemkab Sumedang semakin sukses dalam mencetak mahasiswa didiknya menjadi perawat-perawat yang siap bekerja secara profesional baik di dalam maupun luar negeri.