26 September
Pro Emergency Kerahkan Tim Advanced Pasca Banjir Bandang Garut

Bencana banjir bandang di Kabupaten Garut yang terjadi pada Rabu (21/9) telah memakan banyak korban. Banjir bandang yang melanda Kabupaten Garut tersebut merupakan banjir terbesar yang pernah ada sepanjang sejarah. Hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi panjang sejak Selasa (20/9) pukul 19.00 WIB menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Ditambah dengan tingginya kerentanan yang menyebabkan banjir setinggi 1,5 hingga 2 meter pada Rabu (21/9)) dini hari pukul 01.00 WIB.

Hingga Minggu, 26 September 2016 tercatat sebanyak 33 orang korban tewas, 20 hilang, 35 orang luka-luka dan 6.361 orang mengungsi. Pendataan sementara terdapat 2.049 rumah rusak yang meliputi 283 rumah hanyut, 605 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang dan 961 rumah rusak ringan.

Pasca banjir, banyak korban yang tidak mau diungsikan ke posko yang telah disediakan. Banyak diantaranya yang memilih untuk tetap tinggal di rumah untuk membersihkan lumpur pasca banjir, walaupun dalam kondisi luka-luka. Hal ini akhirnya menggugah Tim Pro Emergency untuk mendatangi korban ke daerah perifer dengan membawa alat kesehatan dan obat-obatan. Selain memberikan pelayanan kesehatan, Tim Pro Emergency bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bogor juga difokuskan untuk optimalisasi fasilitas kesehatan pasca banjir. Desinfectan di seluruh ruangan pelayanan kesehatan, memperbaiki hygiene dan sanitasi kembali. Pada saat itu, selain tim medis banyak juga dibutuhkan tenaga untuk pemulihan rumah sakit agar bisa digunakan lagi, diantaranya untuk membersihkan lumpur, pembersihan alat medis, setting tempat dan lainnya.Banyak bantuan berdatangan baik dari organisasi, perusahaan maupun masyarakat. Salah satunya adalah Pro Emergency. Pada Rabu (21/9) malam, Pro Emergency mengerahkan tim advanced lengkap dengan 1 unit ambulance advanced untuk memberikan bantuan medis di lokasi bencana. Sebanyak 6-orang tim advanced diberangkatkan untuk melakukan Rapid Assessment. Tim Pro Emergency diarahkan oleh Dinas Kesehatan Garut untuk bergabung dengan Puskesmas Siliwangi menuju posko Kampung Paminggir. 

 

Pada Jum'at (23/9) malam, Pro Emergency kembali mengirimkan tim bantuan advanced sebanyak 3-orang. Tim berangkat bersama PPNI Kabupaten Bogor sekaligus membawa kebutuhan sandang dan pangan seperti selimut, pakaian dan makanan yang berasal dari instansi, rumah sakit dan provider yang dikoordinir oleh PPNI Kabupaten Bogor.

Semangat yang luar biasa rekan-rekan dari semua unsur untuk membantu saudara kita setanah air. Semoga menjadi amal kebaikan. (hellda)