Tension Pneumothorax: Penyebab, Gejala dan Cara Tepat Mengatasinya

Tension Pneumothorax: Penyebab, Gejala dan Cara Tepat Mengatasinya
Admin 497 Pengunjung 04 Januari 2024

Tension Pneumothorax: Penyebab, Gejala dan Cara Tepat Mengatasinya

Tension pneumothorax adalah kondisi mengancam jiwa akibat cedera pada pleura yang berfungsi sebagai katup satu arah. Artinya, udara yang ditarik saat mengambil napas tidak bisa dikeluarkan kembali saat menghembuskan napas. Hal itu membuat akumulasi udara di dalam rongga pleura sehingga menekan paru-paru, pembuluh darah, dan struktur rongga dada lainnya. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan yang signifikan dan ketidakstabilan hemodinamik.

 

Penyebab

Tension pneumothorax adalah gangguan yang terjadi akibat masuk dan terperangkapnya udara ke dalam rongga pleura. Pleura sendiri merupakan selaput berlapis ganda yang melapisi dinding dada dan permukaan paru-paru.

Ketika udara terperangkap secara terus-menerus di dalam rongga tersebut, akan terjadi ketidakstabilan hemodinamik. Hal ini merujuk pada kondisi di mana sistem sirkulasi darah dalam tubuh mengalami fluktuasi.

Fluktuasi itu menyebabkan ketidakseimbangan yang dapat mengancam keseimbangan tekanan darah, denyut jantung, dan distribusi darah ke organ-organ vital.

Akibatnya, akan terjadi penurunan tekanan darah, ketidakmampuan menjaga denyut jantung yang stabil, atau gangguan distribusi darah. Hal ini berisiko mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh.

Ketidakstabilan hemodinamik terjadi sebagai respons terhadap berbagai kondisi seperti syok, trauma, gagal jantung, atau infeksi berat. Diagnosis dan penanganan cepat diperlukan untuk meminimalkan risiko komplikasi serius.

Ketidakstabilan hemodinamik juga rentan terjadi pada pengidap pankreatitis akut.

 

Gejala

Tension pneumothorax terjadi saat masuk ke rongga pleura dan tidak dapat keluar, sehingga menyebabkan penumpukan udara di dalam rongga tersebut. Gejalanya berupa:

·         Kesulitan bernapas menjadi lebih cepat dan dangkal.

·         Nyeri dada yang tajam dan berat.

·         Peningkatan denyut jantung.

·         Sianosis, yaitu kulit berwarna kebiruan akibat kurangnya oksigen.

·         Kebingungan.

         Bahkan, terkadang udara di rongga pleura dapat bocor dan terperangkap di area terdekat, seperti jaringan subkutan dengan gangguan bernama emfisema subkutan.

Selain itu, udara yang bocor juga bisa terperangkap di dalam rongga di mediastinum. atau ruang di dada antara dua paru-paru. Kondisi ini adalah pneumomediastinum.

Pneumomediastinum bisa menyebabkan nyeri dada parah di bawah tulang dada yang bisa menjalar ke leher atau lengan. Rasa sakitnya bertambah parah saat bernapas atau menelan.

Beragam gejala tersebut dapat berkembang dengan cepat dan menjadi kondisi darurat medis yang memerlukan tindakan segera. Jika tidak, dalam kasus yang jarang terjadi, gangguan bisa berujung pada kematian.

Pneumomediastinum juga bisa terjadi akibat serangan asma yang tiba-tiba

 

Cara Mengatasi Tension Pneumothorax

Tension pneumothorax merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan perawatan dengan dekompresi jarum pada dada. Prosedur ini juga dikenal sebagai torakostomi jarum.

Torakostomi jarum bertujuan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam rongga pleura. Selama dekompresi jarum, dokter akan memasukkan jarum besar melalui dinding dada, di antara tulang rusuk, ke dalam rongga pleura. 

Setelah dekompresi jarum, jarum yang dimasukkan akan dibiarkan di tempatnya sampai dokter memasang selang dada. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan pembuangan udara yang tersisa. 

Setelah memasang selang dada, rontgen dada akan dilakukan untuk memeriksa lokasi selang dan keberhasilan ekspansi ulang paru. Setelah pengobatan, pasien harus dipindahkan ke unit perawatan kritis untuk memantau tanda vitalnya

Jika masalah sesak pernapasan bukan terjadi akibat masalah medis yang krusial, kamu bisa membantu mengatasinya dengan rekomendasi herbal dalam artikel ini: Ini 6 Obat Alami Paru-Paru yang Dapat Melegakan Pernapasan.

 

Itulah penjelasan mengenai tension pneumothorax yang bisa berujung membahayakan nyawa. Diskusikan dengan dokter spesialis jika mengalami gejalanya untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

source: Halodoc (20-11-2023)